Seulawah Agam Naik Status ke Waspada, alert level 2

Friday, September 3 2010 | 21:58 WIB
Agregator : MediaCenter

Written by Administrator
Wednesday, 01 September 2010

Hasil evaluasi tingkat kegiatan G. Seulawah Agam sebagai berikut :

I. Pendahuluan

Seulawah Agam (1.726 meter d.p.l) adalah salah satu dari tiga gunungapi strato aktif tipe A di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Posisi geografi terletak pada 05˚ 26′ 50” LS, dan 95˚ 39′ 54″ BT, secara administratif termasuk wilayah Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar, Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Masa istirahat terpendek dari G. Seulawah Agam adalah 136 tahun dan terpanjang adalah 239 tahun, dan erupsi terakhir terjadi pada kawah parasit pada 12-13 Januari1839 kawah Heutz berupa erupsi freatik.

II. Kegempaan

* Pada April 2010, gempa Vulkanik Dalam terekam 66 kali kejadian atau rata-rata perhari 2 kali kejadian, gempa Vulkanik Dangkal terekam 70 kali kejadian atau rata-rata perhari 2 kali kejadian, gempa Tektonik Lokal terekam 4 kali kejadian, dan gempa Tektonik Jauh terekam 137 kali kejadian atau rata-rata perhari 5 kejadian per hari.

* Pada Mei 2010, gempa Vulkanik Dalam terekam 55 kali kejadian atau rata-rata perhari 2 kali kejadian, gempa Vulkanik Dangkal terekam 121 kali kejadian rata-rata perhari 4 kali kejadian, gempa Tektonik Lokal terekam 13 kali kejadian, dan gempa Tektonik Jauh terekam 114 kali kejadian atau rata-rata perhari 5 kali kejadian per hari.

* Pada Juni 2010, gempa Vulkanik Dalam terekam 53 kali kejadian atau rata-rata perhari 2 kali kejadian, gempa Vulkanik Dangkal terekam 83 kali kejadian rata-rata perhari 3 kali kejadian, gempa Tektonik Lokal terekam 30 kali kejadian, dan gempa Tektonik Jauh terekam 164 kali kejadian atau rata-rata perhari 6 kali kejadian per hari.

* Pada Juli 2010, gempa Vulkanik Dalam terekam 46 kali kejadian atau rata-rata perhari 1-2 kali kejadian, gempa Vulkanik Dangkal terekam 76 kali kejadian atau rata-rata perhari 2-3 kali kejadian, gempa Tektonik Lokal terekam 16 kali kejadian, dan gempa Tektonik Jauh terekam 101 kali kejadian atau rata-rata perhari 3 kejadian per hari.

* Pada Agustus 2010, gempa Vulkanik Dalam terekam 80 kali kejadian atau rata-rata perhari 3 - 4 kali kejadian, gempa Vulkanik Dangkal terekam 99 kali kejadian atau rata-rata perhari 5 - 6 kali kejadian, gempa Tektonik Lokal terekam 7 kali kejadian, dan gempa Tektonik Jauh terekam 40 kali kejadian atau 1 - 2 kejadian per hari.

III. Visual

Selama Januari sampai Agustus 2010, pengamatan visual G. Seulawah Agam tidak menunjukkan adanya perubahan fenomena permukaan yang signifikan. Secara visual G. Seulawah Agam sering tertutup kabut, dan ketika gunung tampak jelas, tidak teramati adanya asap dari puncak kawah.

IV. Kesimpulan

* Meskipun secara visual aktivitas vulkanik G. Seulawah Agam tidak mengalami peningkatan yang signifikan, namun dari data kegempaan secara fluktuatif mengalami kecenderungan peningkatan aktivitas vulkanik, sehingga terhitung mulai tanggal 1 September 2010, pukul 16.00 WIB, status G. Seulawah Agam dinaikkan dari “Normal” (Level I) menjadi “Waspada” (Level II).

* Pemantauan secara intensif terus dilakukan guna mengevaluasi G. Seulawah Agam.

V. Rekomendasi

Sehubungan dengan status G. Seulawah Agam “WASPADA” maka direkomendasikan :

a. Masyarakat/ pengunjung G. Seulawah Agam tidak diperbolehkan mendaki dan mendekati hingga radius 3 km dari Kawah Aktif.

b. Masyarakat di sekitar G. Seulawah Agam diharapkan tenang namun tetap waspada, tidak terpancing isyu-isyu tentang letusan G. Seulawah Agam dan diharapkan selalu mengikuti arahan SATLAK PB dan SATKORLAK PB setempat.

G. Sinabung Kembali Meletus

Friday, September 3 2010 | 19:13 WIB
Agregator : MediaCenter

Gunung Sinabung kembali meletus jam 4.40 dan mengeluarkan asap tebal. Suara terdengar sampai 8 KM.

Selamat Idul Fitri 1431 H

Friday, September 3 2010 | 11:56 WIB
Agregator : Imron Fauzi

Keluarga Besar AirPutih mengucapkan selamat merayakan kemenangan di Idul Fitri ini. Semoga amal ibadah kita semuanya menjadi manfaat bagi sesama dan menjadi catatan baik untuk hari kelak.

Sharing Artikel :

Korban Gempa Tasikmalaya Tinggal di Kandang Itik

Thursday, September 2 2010 | 22:15 WIB
Agregator : MediaCenter

RABU, 01 SEPTEMBER 2010 | 17:23 WIB

TEMPO Interaktif, Tasikmalaya -Warga korban gempa bumi di Tasikmalaya hingga kini harus menerima kenyataan pahit belum menerima bantuan dari pemerintah. Salah satunya adalah Munir, 54 tahun, warga Kampung Ciawi RT 02/02, Desa Bojonggambir, Kecamatan Bojonggambir Kabupaten Tasikmalaya. Dia harus tinggal di kandang itik di belakang rumahnya yang hancur akibat gempa.

Munir bersama lima anggota keluarganya terpaksa tinggal di gubuk berukuran 2×2 meter bersama puluhan itik dan kelinci. Setiap hari dia dan keluarganya terpaksa mencium aroma kotoran hewan peliharaannya itu.

“Jangankan untuk membangun rumah untuk buka puasa pun kami nunggu uluran tangan tetangga,”ujarnya. ”Pemerintah hanya berjanji, kami harus bagaimana lagi.”

Hal yang sama dirasakan keluarga Cahyadi, 49 tahun, warga Kampung Sukasenang, Desa Sukasetia, Kecamatan Cisayong yang masih tinggal di rumah senyum sejak setahun silam. Ia terus berpikir keras bagaimana caranya bisa membangun rumah kembali.

Hingga kini harapan bantuan pemerintah tinggal angan-angan belaka sebab bantuannya belum kunjung cair.”Sedih rasanya harus seperti ini, “ujarnya sedih sambil bertanya. “Kapan bantuan pemerintah itu akan cair,”.

Keduanya adalah bagian dari sebanyak 3.832 kepala keluarga korban gempa di Tasikmalaya yang belum mendapat bantuan hingga kini.

Asisten Administrasi Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Tasikmalaya, Djedje Suhendi Rabu (1/9) mengakui jumlah kepala keluarga yang rumahnya rusak berat akibat gempa bumi setahun silam dan belum mendapatkan bantuan sebanyak 3.832 kepala keluarga. Mereka rata-rata berasal dari korban kategori rusak berat.

“Kebanyakan sudah bisa memperbaiki rumahnya masing-masing,”ujarnya. “Namun kita tetap akan memberikan bantuan tahap kedua meskipun rumahnya sudah selesai dibangun.”

Ia mengakui, lembaganya merasa kesulitan pasalnya hingga kini belum ada laporan tertulis dari pihak kecamatan yang menyatakan masih ada masyarakat korban gempa yang masih tinggal di tenda pengungsian atau gubuk. “Saya sendiri belum menerima laporannya,”ujarnya.

JAYADI SUPRIADIN

File - AirPutih - Penyejuk Dahaga Jiwa yang Terik

Wednesday, September 1 2010 | 14:27 WIB
Agregator : airputih at Yahoo! Groups

Dear Member Milis AirPutih, AirPutih, adalah mailing list yang memuat tentang kisah kehidupan dan informasi berbagai kisah nyata, pengalaman pribadi, hikayat,

Instalasi Skype pada Ubuntu

Wednesday, September 1 2010 | 04:02 WIB
Agregator : Muhammad Irsyadul ibad

Apakah Anda pengguna Skype? Saat ini Anda tidak perlu khawatir kehilangan kontak dengan rekan atau teman Skype Anda saat beralih ke Open Source. Perkembangan pengguna Opensource membuat pengelola Skype kini ikut mengembangkan Skype

Pengungsi akibat letusan Gn Sinabung lebih dari 28 ribu jiwa

Tuesday, August 31 2010 | 23:03 WIB
Agregator : MediaCenter

Selasa, 31/08/2010 10:28:16

Perkembangan letusan Gn. Sinabung di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara sampai dengan hari Selasa, 31 Agustus 2010 pukul 06.00 WIB, data pengungsi tercatat sebanyak 28.756 jiwa yang tersebar di Kabupaten Karo.

Upaya penanganan yang telah dilakukan untuk penanggulangan letusan Gunung Sinabung adalah sebagai berikut :

1. BNPB dan Pemerintah Provinsi Sumut beserta unsur muspida Kab. Karo langsung turun ke lokasi bencana untuk mengendalikan kegiatan pengungsian dan memberikan dukungan moril dan materiil kepada masyarakat yang terkena letusan Gunung Sinabung.
2. Melakukan himbauan kepada masyarakat di sekitar Gunung Sinabung agar segera menghindari kemungkinan terjadinya bahaya sekunder berupa banjir lahar.
3. Menyediakan dapur umum di 11 lokasi, yaitu 9 unit di Kabanjahe, 1 unit di Brastagi dan 1 unit di Kec. Munte.
4. Bantuan yang telah diberikan pada hari Senin (30/08/10) sebagai berikut:
a. Dinas Sosial Prov Sumut memberikan bantuan berupa kecap 528 botol, minyak goreng 360 kg, sardencis 12.600 kaleng, selimut 190 potong, tikar plastik 240 lembar, sarung 1.000 potong, kain panjang 1.000 potong, kaos berkerah 150 potong, daster dewasa 1.500 potong, kemeja batik 1.100 potong, kidware 150 paket, dan tenda biru 40 lembar.
b. Dinas Kesehatan Prov. Sumut : masker 39.000 buah, MP ASI 130 kotak, obat-obatan dan vitamin, kantong sampah 800 buah.

Sumber : Pusdalops BNPB

Tanah Longsor, Empat Orang Tewas

Tuesday, August 31 2010 | 22:19 WIB
Agregator : MediaCenter

SELASA, 31 AGUSTUS 2010 | 15:15 WIB

TEMPO Interaktif, Banyumas -Empat orang dipastikan tewas, dan dua warga masih tertimbun akibat longsor yang terjadi di Dusun Gemulung, Desa Kemawi, Kecamatan Somagede, Banyumas, Jawa Tengah.

Bencana longsor tersebut terjadi pada Senin (30/8) tengah malam. Keempat korban tewas ditemukan Selasa (31/8) setelah tim Search and Rescue (SAR) yang dari unsur kepolisian, TNI, Pramuka, Satlak Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (PBP) Banyumas bersama warga setempat melakukan pencarian.

Keempat korban tewas dan telah berhasil dievakuasi adalah suami isteri Yanto, 25 tahun, dan Ani, 25 tahun, serta anaknya yang masih berusia 50 hari yakni Ayudianti Murti Rahayu. Sedangkan korban keempat adalah Kaminah, 45 tahun. Keempatnya terkubur sekitar tujuh jam lebih.

Dua orang lainnya yang masih tertimbun dan belum berhasil ditemukan adalah Martaja, 50 tahun, dan Dimen, 45 tahun. Kedua orang itu adalah orang tua dari Ani. Para korban memang tinggal dalam satu rumah yang kini sudah hilang diterjang longsor.

Sementara korban lainnya yang mengalami luka-luka adalah Karti, 14 tahun, dan Yanti, 16 tahun, yang kini masih dirawat di RSUD Banyumas. Dua korban lainnya adalah Karman, 25 tahun, dan Daslam, 50 tahun, yang mengalami luka ringan.

Evakuasi yang dilakukan oleh tim SAR hanya dilakukan secara manual karena alat berat belum sampai ke lokasi. Sehingga tim SAR baik dari Satlak PBP Banyumas, kepolisian, TNI, dan dibantu oleh Pramuka dan serta sekitar hanya menggunakan alat seadanya.

Peristiwa longsor di Desa Kemawi terjadi pada Senin sekitar jam 23.00 malam. Perbukitan setinggi 100 meter longsor dan menerjang tiga rumah, dua rumah di antaranya tertimbun, sedangkan satu rumah hanya terkena bagian belakang.

Peristiwa longsor itu dipicu turunnya hujan deras yang terjadi sejak jam 16.00 sore. Ketua RT 02/RW 04 Wahidin mengatakan hujan memang turun dengan deras sejak sore sekitar pukul 16.00 WIB.

“Setelah hujan turun selama 6-7 jam, tiba-tiba dari arah atas bukit terdengar suara gemuruh. Tetapi warga masih tetap bertahan di rumahnya masing-masing. Sekitar jam 23.00 WIB bukit setinggi 100 meter longsor. Longsorannya cukup jauh sampai sekitar 300 meter,” ujar Wahidin.

Kepala Bidang Geologi Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral Junaedi menyatakan bahwa lokasi tersebut memang rawan terjadinya tanah longsor dan tanah bergerak.

“Kemiringan tanah juga sangat rawan karena mencapai 60-70 derajat. Sedangkan kondisi tanahnya juga labil. Ketika hujan deras terjadi, tanahnya gambar terkena erosi dan longsor,”katanya.

Bupati Banyumas Mardjoko yang langsung turun ke lokasi kejadian menyatakan pemerintah kabupaten sudah memerintahkan kepada dinas terkait untuk melakukan kajian terhadap kondisi tanah dan lingkungan di sekitar lokasi kejadian.

“Hal ini dilakukan untuk menjadi dasar bagi penerapan kebijakan selanjutnya, apakah nantinya warga di sekitar lokasi peristiwa bakal direlokasi atau tidak,” ujarnya.

ARIS ANDRIANTO

Cara Instalasi Cinelerra di Ubuntu 9.10 dan 10.04

Tuesday, August 31 2010 | 20:21 WIB
Agregator : Muhammad Irsyadul ibad

Bagi Anda pegiat video komunitas atau pengemar pembuatan video, kini banyak tersedia piranti lunak (software) yang dapat Anda gunakan sebagai pengolah video dengan berbasis Piranti Lunak Bebas dan Terbuka (Free opens source software/FOSS).

Memperkenalkan Beberapa Piranti Lunak Pengolah Video di Ubuntu (1)

Tuesday, August 31 2010 | 19:21 WIB
Agregator : Muhammad Irsyadul ibad

Pertama kali melakukan pengolahan video, saya langsung berkenalan dengan beberapa piranti lunak (software) berbayar seperti Odobe Premiere, Sony Vegas dan Ulead. Kesemua piranti lunak yang saya gunakan mulanya adalah ilegal. Beberapa saat setelah